Free Web Counter
Free Web Counter

Petrichor

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته - Have you been thankful today? ♥ Live by these mind-empowering words: Iqra'! // Lillaahi ta'aala ♥ - Semoga tidak ditanyakan padaku kelak: mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan? (QS 61:2)

  • 19th April
    2014
  • 19
  • 19th April
    2014
  • 19
Mercy over Wrath

fallenpeach:

The Messenger of Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said: “When Allah decreed the creation He pledged Himself by writing in His book which is with Him, ‘My mercy prevails over my wrath.’” [Muslim]


Once Isa (alaihis salam) passed by a grave whose occupant was being punished. A few days later…

  • 19th April
    2014
  • 19
  • 19th April
    2014
  • 19
  • 19th April
    2014
  • 19
  • 18th April
    2014
  • 18

Kamu Sudah Lebih Dari Cukup

Dengan seluruh kekaguman, surat ini aku kirimkan.

Kamu cukup tersenyum dan semudah itu aku jatuh terkagum-kagum. Kamu tak perlu menjadi pria kekar yang ada di drama-drama televisi, sesederhana itu sudah memikatku dengan ketulusan hati. Kamu memang tidak memiliki banyak seperti yang dunia unggulkan, tapi justru itu yang membuat kepadamu aku menetapkan pilihan. Kamu berbeda dan menerimaku apa adanya.

Bersamamu, aku tidak perlu menjadi orang lain. Kamu tak perlu menjadi pahlawan-pahlawan yang diidolakan oleh seisi dunia, karena kamu memiliki kekuatan khusus di mataku. Kekuatan untuk membuatku tersenyum disaat tak ada satupun yang mampu mengusir sedihku. Terlalu magis. Terlalu sederhana. Namun aku suka.

Sesederhana kamu hadir, segala khawatirku pun terusir. Dari caramu melihat dunia, dari caramu menatap realita, dari caramu menyebarkan cinta, dari caramu menggantungkan mimpi, dari cara kerja pikirmu dan dari caramu mencintaiku. Aku sungguh jatuh cinta. Kamu tak pernah berjanji, tapi selalu menyuguhkan segala yang melebihi ekspektasi. Kamu sudah lebih dari cukup. Terima kasihku takkan pernah habis-habis, karena Tuhan telah menghadirkanmu.

Terima kasih, priaku. Terima kasih.

  • 18th April
    2014
  • 18

Jarak hanyalah batas. Jangan pernah dijadikan alasan untuk mengakhiri hubungan. Sebenarnya yang kau permasalahkan jarak atau egomu sendiri?

  • 18th April
    2014
  • 18

Ingin kau yang sama di waktu yang lain. Tapi bagaimana jika aku yang lebih dulu jadi lain, di waktu ketika kau masih sama?

  • 18th April
    2014
  • 18

Hey, R!

Hari ini kota ku hujan lagi, R.

Seperti yang dulu sempat kau bilang:

“Tak perlu jauh-jauh pergi ke Bogor hanya karena kau terlalu mencintai hujan. Di balik dadamu itu, sudah terlalu deras.”

Hahaha. Sial. Kau benar.

Jadi, apa kabarmu, R? Hidup sepertinya sedang bersahabat denganmu akhir-akhir ini, hingga lupa mengabariku yang jauh di sini.

Bukan. Kalimat barusan bukan sindiran. Hanya sebuah pertanyaan dalam pernyataan. Maka jawablah, R!

Apakah jauh dariku membuat hidupmu jauh lebih senang sekarang?

  • 17th April
    2014
  • 17
  • Question : Kak, gimana kalo dengan cewek yang diajak jalan sama mantannya? Padahal cewek tersebut sudah punya cowok lain. Mantannya pun demikian. Diajak jalan untuk reunian (cewek dan mantannya ini 1 sekolah waktu dulu) dan cewek tersebut tidak bilang sama cowoknya yang sekarang bahwa ada mantannya saya didalam reunian tersebut. Menurut kakak gimana?
  • Answer : Hai :)
  • Jika pertemuan si cewek dan si mantan tidak melibatkan ‘perasaan’, apa salahnya?
  • Tapi, yang kutahu, pasangan yang baik ialah pasangan yang ketika mengambil keputusan selalu mengingat pasangannya, dan berani berterusterang. Maka jika suatu saat pasangan masing-masing mempertanyakan keputusan kalian untuk pergi bersama tanpa bicara lebih dulu sebelumnya, kuharap kalian sudah punya jawaban yang logis dan masuk akal.
  • Hati-hati. Cinta itu mudah, jika tak dipersulit oleh keputusan yang terkadang salah. : ’)
  • Terima kasih sudah bertanya~
  • 17th April
    2014
  • 17
  • Question : Kak, jika kita menerima seseorang karena riwayat pendidikannya, seluk beluk keluarganya, agamanya, dan pembawaannya yang dewasa, serta ia terlihat menjanjikan untuk menjadi calon suami kelak, apa itu cinta? sedangkan setauku, cinta itu tidak punya alasan kan?
  • Answer : Hai, kamu.. :)
  • Cinta (pada akhirnya) mungkin tak punya alasan.
  • Tapi jatuh cinta, selalu ada alasannya. : )
  • Tak mungkin kamu melihat seseorang dari kejauhan, lalu tiba-tiba jatuh cinta, kan? yang terjadi biasanya cinta akan jatuh setelah kita mengenal orangnya, setelah kita tahu kita merasa nyaman dengan pribadinya.
  • Kupikir fisik, pendidikan, keluarga, dan sebagainya hanya faktor pendukung saja. hal-hal yang menambah cintamu makin jatuh padanya.
  • Dan beruntunglah, bersyukurlah, cintamu terjatuh pada ia yang baik pendidikannya, keluarganya, agamanya, dan sikapnya. : ’D
  • Di sisi lain, menerima seseorang karena riwayat pendidikannya, seluk beluk keluarganya, agamanya, dan pembawaannya yang dewasa ialah bentuk lain dari realistis. sebab pada kenyataannya, untuk hidup bersama, cinta saja tak cukup, kan? : )
  • Ah, kamu beruntung lagi. telah jatuh cinta pada ia yang kemungkinan besar sanggup menjamin bahagiamu, lahir batin. : ’)
  • Suatu waktu, ketika cinta yang jatuh tadi benar-benar telah jadi cinta yang sebenarnya, kamu akan menyadari satu hal:
  • Bahkan jika ia tak lagi punya hal-hal baik itu, kamu tetap tak mampu meninggalkannya. Hatimu sudah terikat dan mengikat dengan hatinya. Sebab yang kamu cintai adalah dia, orangnya. Bukan riwayat pendidikannya. Bukan keluarganya. Bukan yang lainnya.
  • Barangkali begitu. : )
  • Terima kasih sudah bertanya~
  • 17th April
    2014
  • 17
  • Question : Hai kak sha, aku ingin bertanya lagi. Aku tipe orang yang bisa menyesuaikan, sejauh ini aku sudah dan bisa menjalani hubungan dengan bermacam tipe. Tapi bukankah jauh sangat menyenangkan ketika bertemu dengan orang yang terasa "fit you the most" dan punya common things yang bisa dinikmati bersama? dan itu aku temukan di dia. Tapi aku diharuskan melangkah, aku takut tak menemukan yang lebih baik dari ini. Menurutmu apa akan selalu ada yang lebih baik dari sebelumnya? selalu kah?
  • Answer : ”Menurutmu apa akan selalu ada yang lebih baik dari sebelumnya? selalu kah?”
  • Ya, selalu.
  • Namun sebetulnya, baik atau tidak itu tergantung sudut pandangmu; tak pernah mutlak.
  • Jika menurutmu tak baik, tapi Tuhan bilang sebaliknya, bisa saja kan? : )
  • Jika yang kelak bersamamu mengajarkan caranya lebih kuat dengan melemahkanmu, bisa saja kan?
  • Jika yang kelak bersamamu mengajarkan caranya jadi lebih baik dengan membuatmu merasa buruk, namun kamu bisa menghadapinya. itu juga kebaikan, bukan?
  • Percaya saja pilihan-Nya. Kamu tak pernah salah dipilihkan jalan. : )
  • 17th April
    2014
  • 17

Rindu Berlaksa di Kamis Manis

Kamis manis.

Ada rindu berlaksa. Dari temu tak terlaksana.

Ingin menghampirimu, tapi apa daya jarak menjedakan temu yang seharusnya ada. Kita sedang berdiri diantara dua koma dari lemahnya rindu berdenyut hingga temu yang belum berlanjut. Kita sedang merangkak, mencari cara untuk tak lagi berjarak.

Bila esok datang kembali, pastikan bahwa kita sama-sama memperjuangkan sebuah pertemuan.

  • 17th April
    2014
  • 17

Aku tidak ingin menjadi pilihanmu. Sekalipun kamu memilihku diantara banyak pilihan. Karena kamu telah memulainya dengan pembandingan. Aku tidak suka menjadi pilihan.

  • 17th April
    2014
  • 17